Jumat, 18 November 2016

PEMBANTAIAN MUSLIM ROHINGYA, MENGAPA MEDIA BUNGKAM?

PEMBANTAIAN MUSLIM SUKU ROHINGYA DI MYANMAR, MENGAPA MEDIA BUNGKAM?


Mungkin hanya di Indonesia, negara yang mayoritas muslim melindungi warga lain yang minoritas sehingga terlihat damai karena berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Namun tidak dengan negara Myanmar, negara dengan mayoritas pemeluk Budha selalu saja mendiskriminasi warganya yang minoritas pemeluk islam di Rohingya. Kekerasan dan pelanggaran HAM kerap terjadi di Rohingya, namun media seolah-olah bungkam. Kenapa bisa begitu ?. Mungkin mereka memang benci dengan agama islam dan tidak mau tahu kekerasan yang dialami warga muslim Rohingya, giliran ada berita bom meledak, langsung diberitakan berulang-ulang karena hal tersebut bisa menjatuhkan citra islam dari beberapa media busuk yang tidak suka islam.
 Pemandangan yang sangat kejam dan mengerikan sebagai gambaran genosida militer Myanmar terhadap suku Rohingya di utara Rakhine. Human Rights Watch (HRW) menyatakan, ratusan rumah suku Rohingya di desa-desa dihancurkan hingga luluh lantak oleh militer Myanmar.
Hasil gambar untuk pembantaian muslim rohingya
Ini menimbulkan kekerasan yang terus-menerus antara militer Myanmar dengan suku Rohingya. Kekejaman militer Myanmar sudah di luar batas kemanusiaan.
 Pemerintah Bangladesh mengatakan, puluhan suku Myanmar banyak yang menyeberang ke Bangladesh dari perbatasan Myanmar. Mereka berusaha melarikan diri dari militer Myanmar.

Sebuah gambar satelit menunjukkan militer Myanmar menghancurkan desa Kyet Yoe Pyin yang penduduknya merupakan suku Rohingya. Kekerasan pada awal Oktober menunjukkan sejumlah tentara dan polisi Myanmar dibunuh oleh 300 kelompok pria bersenjata.

Kekerasan terus terjadi di Myanmar yang dipicu oleh kekejaman militer dengan membunuh puluhan suku Rohingya dan menangkan 230 suku Rohingya. Menurut HRW, kematian akibat kekerasan militer terhadap suku Rohingya bisa mencapai ratusan jiwa lebih.

Rakhine merupakan tempat tinggap suku Rohingya yang beragam Islam di Myanmar. Mereka terus mengalami represi dan diskriminasi dari Pemerintah Rohingya walaupun sesungguhnya mereka merupakan penduduk Myanmar.

Saat ini militer menduduki 25 persen kursi di Parlemen Myanmar. Kekuasaan mereka masih sangat kuat dalam mengontrol Myanmar.
Hasil gambar untuk pembantaian muslim rohingya
Pendiri Fortify Rights di Bangkok, Matthew Smith mengatakan, Pemerintah Myanmar terus-menerus menyangkal kalau mereka telah melakukan pelanggaran HAM berat terhadap kelompok minoritas Myanmar, suku Rohingya. "Jika pelanggaran HAM dilakukan oleh pemerintah maka setiap orang di negara tersebut seharusna mulai memperhatikan," katanya seperti dilansir CNN, Jumat, (18/11).

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan mengatakan, jika kekerasan dan represi terhadap suku Rohingya di Rakhine terus-menerus dilakukan oleh Myanmar maka negara tersebut akan mengalami ketidakstabilan.

Utusan PBB Zainab Hawa Bangura mengatakan, pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita dan gadis-gadis Rakhine merupakan bagian dari kekerasan yang berdasarkan kebencian terhadap suku tertentu. Ini sangat mengerikan.

Rabu, 16 November 2016

HARI TOLERANSI SEDUNIA 16 NOVEMBER "SUDAHKAH KITA TOLERAN??I"

HARI TOLERANSI SEDUNIA 16 NOVEMBER " SUDAHKAH KITA BISA TOLERAN??"

Hasil gambar untuk HARI TOLERANSI
Penggerak aktivitas lintas iman dan budaya se-Indonesia  menyepakati Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sebagai tempat penyelenggarakan karnaval lintas iman (Indonesia Interreligious Carnival).


"Karnaval lintas iman dan budaya itu akan diselenggarakan tiap tahun untuk memperingati Hari Toleransi Sedunia pada 16 November," kata pengurus Forum Kebersamaan Umat Beriman (FKUB Kebersamaan) Klaten, Gus Jazuli, di sela acara Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya di Panti Retret Rumah Semedi Klaten, Selasa 15 November 2016.


Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya adalah forum yang mempertemukan jaringan lintas iman dan budaya se-Indonesia. Dalam forum tersebut, puluhan tokoh lintas iman dan budaya dari berbagai daerah saling mempresentasikan dan berbagi pengalaman selama berjuang untuk menumbuhkan kesadaran ihwal pentingnya toleransi antar-umat beragama.

Hasil gambar untuk HARI TOLERANSI
Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya yang berlangsung sejak Senin 14 November-Rabu 16 November 2016 dibuka dengan karnaval lintas iman yang sudah digelar  pada Sabtu malam 12 November 2016. Karnaval yang melibatkan 1.200 peserta dari enam identitas keagamaan itu menempuh rute dari Alun-alun Klaten sampai Monumen Joang 45.


Beragam kreasi seni dan budaya dari berbagai agama dan etnis itu disuguhkan dalam karnaval yang dibalut nuansa indahnya perbedaan dalam kedamaian. "Klaten punya banyak potensi, mulai dari desa wisata, desa multikultur, desa angkringan, desa kerajinan, dan lain-lain,” kata Jazuli. Peserta karnaval dari luar daerah juga dipersilakan membawa atraksi seni dan budaya dari daerahnya masing-masing.


Sekretaris Forum Dewan Paroki Rayon Klaten, Yohanes Eko Mardiyono, mengatakan karnaval lintas iman dan budaya perdana pada Sabtu lalu diikuti kontingen dari sejumlah organisasi dari Nahdlatul Ulama Klaten, Paroki Jombor Klaten, Komunitas Wushu Klaten, Tari Topeng Ireng Magelang, Stube Hemat Jogja, FKUB Lampung.


"Puncaknya (Selasa 15 November 2016) diselenggarakan pagelaran seni budaya kolosal yang menampilkan Vocalista Angels dan sejumlah kesenian tradisional lain di Monumen Joang 45," kata Eko yang juga panitia Temu Nasional Lintas Iman dan Budaya.


Bentuk kesenian itu meliputi seni tradisi berupa karawitan, tari gecul petruk, tari angkasa, gedruk Merapi, terbang dan hadroh, paduan suara, ganjur, mantram, lesung, dan jantur, hingga tari kontemporer dan perkusi.
Dikutip dari Tempo.com

Kamis, 10 November 2016

KETUA UMUM PSSI MARI MENGENAL LEBIH JAUH SOSOKNYA

PSSI MEMILIKI KETUA BARU MARI KITA MENGENAL SOSOK KETUM BARU INI
Hasil gambar untuk ketua umum pssi
Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi memenangi proses pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2016-2022 dalam Kongres Pemilihan yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Ancol, Kamis (10/11/2016) sore. Edy berhasil mengungguli lima pesaingnya dalam perebutan kursi Ketua Umum PSSI.Saat pemungutan suara, Edy mendapatkan 76 suara. Dia unggul jauh dari Jenderal (Purn) Moeldoko yang hanya mendapat 23 suara. Adapun Wali Kota Batu Eddy Rumpoko memperoleh satu suara. Tujuh suara dianggap tidak sah.

Kemenangan pun disambut sukacita oleh Edy yang saat pidatonya mengungkapkan siap membuat sepak bola Indonesia lebih bermartabat dan juga berprestasi. Lantas siapakah sosok Edy Rahmayadi?

Edy Rahmayadi adalah seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang masih aktif hingga sekarang. Pria berusia 51 tahun tersebut saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad).

Kendati lebih dikenal di dunia militer, Edy ternyata juga sangat akrab dengan dunia si kulit bundar. Sebab, pada 2000-2005, Edy merupakan Ketua Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat (PSAD). Di bawah kepemimpinannya PSAD berada di divisi 2 PSSI saat itu.
 Selain Edy, kongres PSSI 2016 juga melakukan pemilihan Wakil Ketua Umum periode 2016-2022. Pemilihan ini akhirnya menghasilkan dua nama yakni Joko Driyono dan Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
Hasil gambar untuk ketua umum pssi
Dari 107 pemilik suara dalam kongres, Joko Driyono unggul dengan koleksi 78 suara. Sementara CEO klub Arema Cronus Iwan Budianto membuntutinya lewat raihan 73 suara.

Joko Driyono merupakan wajah lama dalam kepengurusan organisasi sepak bola di Indonesia. Dia sempat menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia saat PSSI dipimpin oleh Nurdin Halid.

Karier Joko terus meningkat setelah pada 2013, dia diangkat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI menggantikan Hadiyandra. Joko juga memiliki rangkap jabatan, yakni selain Sekjen PSSI juga menjabat sebagai CEO PT Liga.

Kini Joko juga sangat berandil besar terciptanya gelaran turnamen jangka panjang, Torabika Soccer Championship, presented by Im3 Ooredoo. Di ajang ini, Joko Driyono menjabat sebagai Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta yang bertugas sebagai operator turnamen.

Adapun nama Iwan Budianto yang akan bersama Joko Driyono menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI dikenal sebagai CEO Arema Cronus. Di bawah kepemimpinannya, Arema berhasil mendulang banyak prestasi seperti Piala Bhayangkara dan juga saat ini berpeluang besar menyabet trofi TSC 2016.