Senin, 31 Oktober 2016

DEMO 4 NOVEMBER SANGAT MENGKHAWATIRKAN AKANKAH TRAGEDI 98 TERULANG?

DEMO 4 NOVEMBER DIPREDIKSI SANGAT MENGKHAWATIRKAN AKANKAH TRAGEDI 98 AKAN TERULANG??..

Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin meminta jangan ada yang menjadikan aksi unjuk rasa pada 4 November 2016 sebagai alat untuk membuat gaduh kondisi dalam negeri. Ia khawatir ada anggota organisasi masyarakat yang diperalat kelompok tertentu untuk menjadi martir. "Tujuannya, membuat negara menjadi tidak terkendali," ucapnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 30 Oktober 2016.

Menurut dia, saat ini di berbagai daerah, sudah mulai terlihat gerakan-gerakan menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum atas dugaan penistaan agama Islam. "Situasi ini mulai mengkhawatirkan bila melihat sebaran demonstrasi masyarakat," ujarnya.

Karena itu, politikus Partai Golongan Karya ini meminta para tokoh masyarakat dan agama menghindari pernyataan yang memicu ketegangan. "Sebaliknya, tokoh-tokoh politik harus memberikan pernyataan yang menciptakan kedamaian," tuturnya. Ia juga meminta para pemimpin bangsa bertanggung jawab menjaga kedamaian dan ketenangan di tengah masyarakat. 


Ribuan orang yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) rencananya akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara pada 4 November 2016. Mereka akan mendesak kepolisian memeriksa Ahok.
Kita berdoa saja semoga demo 4 november berjalan lancar dan tidak terjadi kerusuhan semoga tanggal 4 November 2016 tidak masuk dalam sejarah kelam bangsa Indonesia seperti tragedi 98 yang lalu...
#tolakintoleransidiIndonesia

Kamis, 27 Oktober 2016

HASIL PUTUSAN SIDANG JESSICA

HASIL PUTUSAN SIDANG KASUS KOPI SIANIDA HARI INI

JAKARTA-Puluhan karyawan perusahaan milik Edi Dermawan Salihin, ayah Wayan Mirna Salihin, tampak hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016). Mereka meramaikan sidang putusan majelis hakim terhadap terdakwa Jessica Kumala Wongso.
Mereka tampak menggunakan seragam berwarna biru muda. Ada pula yang memakai kaus dan pin yang didapat dari keluarga Mirna. Tak hanya itu, mereka juga membawa kertas karton warna-warni bertuliskan "Justice for Mirna", sama seperti kaus dan pin yang mereka pakai.
Salah satu karyawan, Domang, menyebut kedatangan mereka bukan atas perintah Dermawan.
"Partisipasi karyawan Mirna di sini, kemauan teman-teman, enggak ada perintah, inisatif teman-teman," ujar Domang.
Tak hanya menggunakan kaus dan pin sebagai bentuk dukungan untuk Mirna, mereka juga beberapa kali meneriakkan dukungan agar majelis hakim memvonis Jessica dengan hukuman mati.
"Hukum mati.. Hukum mati," teriak mereka.
Menurut Domang, mereka sudah tiba di PN Jakarta Pusat sejak pukul 09.00 WIB. Mereka berharap majelis hakim bisa menegakkan keadilan.
"Hakim kan tangan kedua Tuhan, supaya bisa tunjukkan hukum sebenarnya," ucap Domang.
Tak hanya pendukung Mirna, masyarakat yang mendukung Jessica juga datang ke PN Jakarta Pusat. Mereka meneriakkan kebebasan untuk Jessica dan menyebut kuasa hukumnya sebagai pembela kebenaran.
Pengamanan di PN Jakarta Pusat pun tampak ketat. Polisi berjaga di dalam ruang sidang, di depan pintu masuk ruang sidang, dan di depan pintu masuk PN Jakarta Pusat.

Selasa, 11 Oktober 2016

ANGGOTA PARLEMEN INGGRIS SEBUT KEJAHATAN RUSIA SEPERTI NAZI

ANGGOTA PARLEMEN INGGRIS SEBUT KEJAHATAN RUSIA SEPERTI NAZI

LONDON – Krisis kemanusiaan di Aleppo masih menarik simpati banyak pihak. Bahkan, ada yang menganggap terdapat hubungan paralel antara kejahatan Rusia di Suriah dengan tindakan yang dilakukan Nazi sebelum Perang Dunia Kedua.
Hal tersebut disampaikan Mantan Sekretaris Negara untuk Pengembangan Internasional Inggris, Andrew Mitchell, dalam sebuah diskusi tentang perang sipil di Suriah hari ini. Anggota Parlemen Partai Tory Inggris itu menuduh Rusia telah merobek-robek sistem hukum yang berbasis kepada aturan internasional. Karena itu, kecaman dari berbagai pihak telah diarahkan kepada Moskow karena mereka dianggap terlibat dalam aksi pemboman terhadap konvoi bantuan kemanusiaan PBB.

Selain Mitchell, Sekretaris Pertahanan Michael Fallon menjadi salah satu pejabat yang mengutuk aksi Rusia di Suriah. Kecaman itu muncul karena Moskow ikut membantu Pemerintah Suriah dalam melakukan pemboman terhadap warganya sendiri. Kendati demikian, rezim Presiden Bashar Al Assad selama ini selalu membantah tudingan tersebut.
Selain Mitchell, sejumlah tokoh politik Moskow juga menuduh Pemerintah Rusia melakukan kejahatan perang dengan menggunakan amunisi berbahaya seperti bom klaster.
“Kami menyaksikan kejadian yang sesuai dengan tindakan rezim Nazi dalam Perang Sipil Spanyol. Rusia telah merobek sistem hukum yang berdasarkan pada aturan internasional. Mereka sedang menghancurkan PBB dan kemampuannya untuk bertindak. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Jerman dan Italia saat menghancurkan Persatuan Nasional pada 1930,” ujarnya.
Pertemuan kali ini pada dasarnya diharapkan dapat membahas apa yang dapat dilakukan Inggris untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di daerah yang dipegang oleh para pemberontak di Aleppo Timur. Di sana, hampir 250 ribu warga terjebak oleh perang yang terus berkecamuk.