Selasa, 11 Oktober 2016

ANGGOTA PARLEMEN INGGRIS SEBUT KEJAHATAN RUSIA SEPERTI NAZI

ANGGOTA PARLEMEN INGGRIS SEBUT KEJAHATAN RUSIA SEPERTI NAZI

LONDON – Krisis kemanusiaan di Aleppo masih menarik simpati banyak pihak. Bahkan, ada yang menganggap terdapat hubungan paralel antara kejahatan Rusia di Suriah dengan tindakan yang dilakukan Nazi sebelum Perang Dunia Kedua.
Hal tersebut disampaikan Mantan Sekretaris Negara untuk Pengembangan Internasional Inggris, Andrew Mitchell, dalam sebuah diskusi tentang perang sipil di Suriah hari ini. Anggota Parlemen Partai Tory Inggris itu menuduh Rusia telah merobek-robek sistem hukum yang berbasis kepada aturan internasional. Karena itu, kecaman dari berbagai pihak telah diarahkan kepada Moskow karena mereka dianggap terlibat dalam aksi pemboman terhadap konvoi bantuan kemanusiaan PBB.

Selain Mitchell, Sekretaris Pertahanan Michael Fallon menjadi salah satu pejabat yang mengutuk aksi Rusia di Suriah. Kecaman itu muncul karena Moskow ikut membantu Pemerintah Suriah dalam melakukan pemboman terhadap warganya sendiri. Kendati demikian, rezim Presiden Bashar Al Assad selama ini selalu membantah tudingan tersebut.
Selain Mitchell, sejumlah tokoh politik Moskow juga menuduh Pemerintah Rusia melakukan kejahatan perang dengan menggunakan amunisi berbahaya seperti bom klaster.
“Kami menyaksikan kejadian yang sesuai dengan tindakan rezim Nazi dalam Perang Sipil Spanyol. Rusia telah merobek sistem hukum yang berdasarkan pada aturan internasional. Mereka sedang menghancurkan PBB dan kemampuannya untuk bertindak. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Jerman dan Italia saat menghancurkan Persatuan Nasional pada 1930,” ujarnya.
Pertemuan kali ini pada dasarnya diharapkan dapat membahas apa yang dapat dilakukan Inggris untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di daerah yang dipegang oleh para pemberontak di Aleppo Timur. Di sana, hampir 250 ribu warga terjebak oleh perang yang terus berkecamuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar