ANGGOTA PARLEMEN INGGRIS SEBUT KEJAHATAN RUSIA SEPERTI NAZI
LONDON – Krisis kemanusiaan di Aleppo masih menarik
simpati banyak pihak. Bahkan, ada yang menganggap terdapat hubungan
paralel antara kejahatan Rusia di Suriah dengan tindakan yang dilakukan
Nazi sebelum Perang Dunia Kedua.
Hal tersebut disampaikan Mantan Sekretaris Negara untuk
Pengembangan Internasional Inggris, Andrew Mitchell, dalam sebuah
diskusi tentang perang sipil di Suriah hari ini. Anggota Parlemen Partai
Tory Inggris itu menuduh Rusia telah merobek-robek sistem hukum yang
berbasis kepada aturan internasional. Karena itu, kecaman dari berbagai
pihak telah diarahkan kepada Moskow karena mereka dianggap terlibat
dalam aksi pemboman terhadap konvoi bantuan kemanusiaan PBB.
Selain Mitchell, Sekretaris Pertahanan Michael Fallon menjadi salah
satu pejabat yang mengutuk aksi Rusia di Suriah. Kecaman itu muncul
karena Moskow ikut membantu Pemerintah Suriah dalam melakukan pemboman
terhadap warganya sendiri. Kendati demikian, rezim Presiden Bashar Al
Assad selama ini selalu membantah tudingan tersebut.
Selain Mitchell, sejumlah tokoh politik Moskow juga menuduh
Pemerintah Rusia melakukan kejahatan perang dengan menggunakan amunisi
berbahaya seperti bom klaster.
“Kami menyaksikan kejadian yang sesuai dengan tindakan rezim Nazi
dalam Perang Sipil Spanyol. Rusia telah merobek sistem hukum yang
berdasarkan pada aturan internasional. Mereka sedang menghancurkan PBB
dan kemampuannya untuk bertindak. Hal ini sebagaimana yang dilakukan
Jerman dan Italia saat menghancurkan Persatuan Nasional pada 1930,”
ujarnya.
Pertemuan kali ini pada dasarnya diharapkan dapat membahas apa
yang dapat dilakukan Inggris untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di
daerah yang dipegang oleh para pemberontak di Aleppo Timur. Di sana,
hampir 250 ribu warga terjebak oleh perang yang terus berkecamuk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar